Selasa, 06 Mei 2014

PKB dukung Jokowi Namun Tidak untuk warga NU



Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memang mendukung dan memilih berkoalisi dengan PDI Perjuangan yang mengusung capres Jokowi pada Pemilu Presiden 2014. Namun suara warga Nahdliyin atau NU ini tidak akan ikut PKB.

Capres Prabowo Subianto lebih berpeluang mendapat dukungan dari warga NU. Ini karena kedekatan Prabowo dengan para ulama dan pengasuh pondok pesantren.

Pengamat politik Universitas Paramadhina Herdi Sahrasad mengemukakan alasan kuat kenapa warga NU memilih Prabowo. Walau, PKB yang notabene lahir dari rahim NU, memilih merapat ke PDIP dan Jokowi.

"Struktural PKB tidak mengakar mendukung Jokowi. Yang lebih mengakar para ulama dan kiai, yang punya massa dan struktural," jelas Herdi kepada INILAHCOM, Rabu (7/5/2014).

Ini diperkuat dengan hasil surveli Lembaga Survei Nasional (LSN). Survei itu menyebut mayoritas pemilih NU merapat ke Prabowo.

Alasan kuat yang melatarinya adalah visi kerakyatan Prabowo untuk para nelayan, petani, lebih pas dengan warga NU.

Hal senada dikatakan aktivis 98, yang juga Ketua Umun PB HMI 1999-2001 M. Fakhrudin menjelaskan, ada sejarah yang membuktikan ketidakberpihakan PDIP pada kelompok Islam.

Prabowo saat masih di TNI adalah satu-satunya yang berani melawan faksi militer yang fasis dan anti-Islam. Saat itu, orang kuat itu adalah Benny Moerdani.

"Sementara Megawati lebih akomodatif terhadap sayap militer yang anti-Islam. Lihat figur-figur tentara yang di lingkaran Mega berkuasa. Hampir sebagian besar loyalis Benny ada di sana. Ini menunjukkan bahwa PDIP kurang sensitif terhadap perasaan umat Islam," kata Fakhrudin kepada INILAHCOM.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar