Tampilkan postingan dengan label Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aqidah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Mei 2014

10 Sampah Jiwa yang harus di hapus, Menurut Ibnul Qayyim


IBNUL Qayyim rahimahullaah (wafat: 751-H) mengatakan:


“Ada sepuluh hal yang tidak bermanfaat, layaknya sampah buangan bagi seorang insan”:

(1)
علم لا يعمل به
Ilmu yang mengendap lantas mati, tidak terhidupkan dalam wujud amal yang shalih.

(2)
وعمل لا إخلاص فيه ولا اقتداء
Amal yang kosong dari ruh keikhlasan dan sunyi dari spirit mutaaba’ah kepada sunnah.

(3)
ومال لا ينفق منه فلا يستمتع به جامعه في الدنيا ولا يقدمه أمامه في الآخرة
Harta yang tidak di-infaq-kan di jalan Allaah, tidak pula mampu dinikmati oleh para penimbunnya di dunia, dan tidak juga akan dihadirkan di hadapannya kelak di akhirat.

(4)
وقلب فارغ من محبة الله والشوق إليه والأنس به
Hati yang kosong dari Mahabbatullaah (cinta pada Allaah), melompong dari rasa kerinduan dan kesukaan pada-Nya.

(5)
وبدن معطل من طاعته وخدمته
Badan yang kosong dari ketaatan dan pengkhidmatan pada-Nya subhaanahu wata’aalaa.

(6)
ومحبة لا تتقيد برضاء المحبوب وامتثال أوامره
Rasa cinta pada Allaah yang tidak terikat dengan keridhaan dan kepatuhan pada perintah-Nya.

(7)
ووقت معطل عن استدراك فارط أواغتنام به وقربة
Waktu yang kosong dari koreksi terhadap kealpaan diri, hampa dari amalan yang bermanfaat, dan sunyi dari ibadah yang bisa mendekatkan pada Ilahi.

(8)
وفكر يجول فيما لا ينفع
Pikiran yang berkelana, lalu singgah pada hal-hal yang tidak bermanfaat

(9)
وخدمة من لا تقربك خدمته إلى الله ولا تعود عليك بصلاح دنياك
Pengkhidmatan kepada mereka yang tidak bisa mendekatkan dirimu pada Allaah, dan tidak pula pengkhidmatan tersebut kembali padamu dalam wujud kemaslahatan dunia bagimu.

(10)
وخوفك ورجاؤك لمن ناصيته بيد الله وهو أسير في قبضته ولا يملك لنفسه ضرا ولا نفعا ولا موتا ولا حياة ولا نشورا.
Rasa takut dan harapmu yang engkau peruntukkan bagi selain Allaah, padahal Allaah adalah Dzat yang memegang ubun-ubun mereka yang memiliki dan menguasai mereka secara mutlak.
Sementara mereka, adalah tawanan dalam kekuasaan-Nya.

Sementara mereka, tidak mampu mendatangkan manfaat bagi diri mereka sendiri sekalipun, tidak juga mampu menolak mudharat, tidak sanggup menolak maut, kehidupan dan kebangkitan.
(Nukilan dari kitab Mausuu’atul Akhlaaq waz Zuhdi war Raqaa-iq: 1/10-11, Yaasir Abdurrahmaan, cet.-1 Mu-assasah Iqraa’, tahun 1428).

Semua itu adalah buih sampah yang mengendap didalam hati, sampah tak bermanfaat yang menumpuk, lantas mengerak, untuk kemudian mengotori jiwa, lalu membunuhnya perlahan dengan racunnya. Semoga Allaah membersihkan sampah-sampah jiwa, sebelum jiwa itu menjadi sampah yang terpaksa dibuang dan dibersihkan.”

2 Aliran Sesat yang memiliki persamaan ( Syiah & LDII )


Perlu kita ketahui sahabat,bahwasanya sebagai dua aliran keagamaan yang sama-sama sesat, ternyata Syiah Imamiyah dan Islam Jamaah (Lembaga Dakwah Islam Indonesia – LDII) memiliki kesamaan-kesamaan doktrin aqidah.

Dr. Muhammad Arifin Baderi telah melakukan diskusi dengan sejumlah penganut LDII dan menuliskan beberapa kesamaan antara Syiah Imamiyah dan Islam Jamaah.

1. Doktrin Mangkul

Manqul H Nur Hasan Ubaidah adalah proses pemindahan ilmu dari guru ke murid. Ilmu itu harus musnad (mempunyai sandaran) yang disebut sanad, dan sanad itu harus mutashil (bersambung) sampai ke Rasulullah sehingga Manqul-Musnad-Muttashil (disingkat M.M.M.) diartikan belajar atau mengaji Al Quran dan hadits dari Guru dan gurunya bersambung terus sampai ke asulullah. Atau mempunyai urutan guru yang sambung bersambung dari awal hingga akhir.

Mungkin ada dari pembaca yang bertanya-tanya: Apa buktinya bahwa doktrin Mangkul LDII adalah hasil jiplakan dan hasil adopsi dari sekte Syi’ah Imamiyah?

Jawabannya adalah salah satu judul bab dalam kitab Al Kafi karya tokoh Syiah Al Kulaini:

“Bab: Tidak ada sedikit pun kebenaran yang ada di masyarakat selain yang disampaikan oleh para imam, dan segala sesuatu yang tidak disampaikan oleh mereka maka itu adalah bathil.” (Al Kafi, 1/399).

Kemudian Al Kulaini menyebutkan ucapan Abu Ja’far (salah seorang yang dianggap sebagai Imam Syi’ah Itsna ‘Asyariyyah):

“Tidaklah ada seseorang memiliki al haq, tidak juga kebenaran, dan tidaklah ada seseorang yang memutuskan suatu keputusan yang benar, selain dengan apa yang telah kami ajarkan yaitu Ahlul Bait (anak keturunan Ali). Dan bila mereka telah berselisih dalam berbagai permasalahan, maka pasti merekalah yang salah dan kebenaran hanya datang dari Ali alaihis salam.” (Al Kafi oleh Al Kulaini, 1/399).

Bandingkan antara ucapan apa yang saya nukilkan dari kitab Al Kafy karya Al Kulainy ini, dengan doktrin mangkul ala LDII. Saya yakin orang yang hati nuraninya masih terpancar kecintaan terhadap kebenaran dan rasa takut akan neraka serta harapan untuk masuk surga akan berkata: Sesungguhnya dua doktrin ini adalah sama dan tidak ada bedanya. Inilah sekte induk LDII.

Dengan demikian jelaslah asal usul doktrin mangkul ala LDII dan bahwa Nur Hasan Ubaidah hanyalah menjiplak dan mencuri doktrin Syi’ah Imamiyah dan kemudian dipoles dengan belajar hadits dengan penafsiran dan pemahaman yang mendukung kepentingannya, yaitu pemungutan upeti sebagaimana yang diakui oleh saudara Aris Wahyono (mantan pengikut LDII).

suatu doktrin yang amat buruk sekali yang mungkin ini adalah belenggu yang telah dililitkan oleh tokoh-tokoh LDII di leher setiap pengikutnya, agar mereka tidak mendengar dan membaca dari selain kelompoknya.

2. Imam Bithanah dan Imam 12

Di antara yang menguatkan dugaan bahwa LDII adalah hasil jiplakan dari Syi’ah Imamiyyah ialah apa yang mereka sebut dengan Imam Bithanah.

Dalam keyakinan Syi’ah Imamiyah dinyatakan bahwa umat Islam harus dipimpin oleh seorang imam yang ma’shum (terpelihara dari kesalahan dan perbuatan dosa), jumlahnya adalah 12 orang, dan imam mereka yang terakhir disebut dengan Muhammad bin Hasan Al Askari. Syi’ah Imamiyyah meyakini bahwa imam mereka yang ke 12 ini bersembunyi sejak berumur 4 atau 5 tahun di ruang bawah tanah, dan tidak ada yang dapat menjumpainya kecuali orang yang mereka istilahkan sebagai al bab (perwakilan/agen/amir perantara). Dan Mereka mengharamkan siapa saja untuk menentukan tempat persembunyiannya ini, bahkan sampai-sampai Al Kulaini berkata:

“Dari Dawud bin Al Qasim Al Ja’fari, ia menuturkan: Aku pernah mendengar Abul Hasan Al Askary (yaitu imam yang ke-10) berkata: ‘Penggantiku ialah Al Hasan (yaitu putranya sendiri), dan bagaimana sikap kalian dengan pengganti orang yang menggantikanku?’ Akupun bertanya: ‘Mengapa? Semoga Allah menjadikan aku sebagai tebusanmu.’ Ia menjawab: ‘Sesungguhnya kalian tidak akan melihat orangnya, dan juga tidak halal bagi kalian untuk menyebutkan namanya.’ Maka aku pun bertanya: ‘Bagaimanakah kami menyebutnya?’ Ia menjawab: ‘Katakan: Orang yang menjadi hujjah dari keluarga Muhammad, semoga shalawat dari Allah dan salam-Nya terlimpahkan selalu kepadanya.’” (Al Kafi 1/332-333).

Bila kita bandingkan doktrin Syi’ah Imamiyah ini dengan doktrin LDII yang mengajarkan kepada umatnya agar berbai’at kepada Imam Bithanah yang senantiasa dirahasiakan jati dirinya (nama, tempat tinggal, umur, dan lain-lain), niscaya kita dapatkan dua doktrin ini serupa dan sama. Mungkin yang membedakan antara keduanya hanyalah hukum menyebutkan nama atau tempat tinggal imam tersebut.

3. Mengkafirkan Orang di Luar Kelompoknya

Baik Syiah Imamiyah maupun Islam Jamaah menerapkan pengkafiran bagi mereka yang tidak mengikuti ajaran-ajarannya seperti dalam persoalan kepemimpinan kelompoknya: imamah Ahlul Bait bagi Syiah dan keamiran bagi Islam Jamaah.

Di antara masalah akidah Syiah Imamiyah Itsna ‘Asyariyah yang bertentangan dengan Ahli Sunnah adalah, keyakinan Syi’ah bahawa kepimpinan Ali dan keturunannya dari garis Husain merupakan pokok-pokok keimanan, seperti beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, beriman kepada para malaikat -Nya, beriman kepada kitab-kitab-Nya, beriman kepada para rasul-Nya dan beriman kepada hari akhir.

Tidak sah dan tidak akan diterima oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala iman seorang muslim, jika dia tidak beriman bahawa Ali adalah khalifah yang dilantik oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Demikian juga halnya dengan 11 imam keturunan Ali bin Abi Talib. Siapa yang berani menolak hal ini atau ragu-ragu, maka dia adalah kafir yang akan kekal di neraka. Seperti inilah riwayat-riwayat yang terkandung di dalam Al Kafi dan kitab-kitab lain yang mengupas masalah akidah mereka.

Atas dasar inilah, sebagian besar kaum Syiah mengkafirkan Ahli Sunnah secara umum. Hal ini karena akidah Ahlu Sunnah berbeda dengan akidah mereka (Syi’ah). Bahkan Ahlu Sunnah tidak mengakuif akidah seperti ini dan menganggap bahawa akidah ini adalah batil dan dusta atas nama Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasul-Nya.

Bahkan Syi’ah juga mengkafirkan para sahabat yang tidak mengakui imamah Ali Radhiyallahu ‘Anh. Mereka juga mengkafirkan tiga orang khulafa rasyidin sebelum Ali yaitu Abu Bakar, Umar dan Uthman dan para sahabat lain yang menyokong ketiga orang khalifah ini.

Bagi penganut Islam Jamaah (LDII) orang di luar kelompoknya tidak saja dikafirkan, akan tetapi statusnya juga najis. Sehingga banyak sekali kisah masyarakat umum yang mencritakan bagaimana bekas shalat mereka di masjid LDII dicuci dan dipel. Penganut LDII juga tidak mau shalat di masjid Islam yang umum. Bahkan orang-orang Islam jamaah cenderung tidak mau bersalaman dengan orang umum. Jika pun mau berinteraksi dengan dengan masyarakat umum, sesungguhnya itu dilakukan dalam rangka bithanah (sistem taqiyah dalam rangka menyelamatkan diri).

Warga Islam Jamaah (LDII) mempraktekkan pengkafiran muslim lainnya dalam hal:

    tidak makmum shalat kepada imam shaat non warga Islam Jamaah (LDII), kalau terpaksa harus makmum maka niatnya sholat munfarid/sholat sendiri,
    tidak menyolati atau mendoakan jenazah muslim non warga Islam Jamaah (LDII) walaupun orang tua sendiri,
    anak-anak warga Islam Jamaah (LDII) yang tidak mau masuk Islam Jamaah (LDII) tidak mendapat haq waris
    tidak boleh nikah dengan orang Islam diluar Islam Jamaah (LDII), dan sahnya nikah harus Nikah Dalam (ND) dulu, nikah di KUA hanya formalitas untuk mendapatkan surat nikah,
    warga Islam Jamaah (LDII) yang keluar atau dikeluarkan dari Islam Jamaah (LDII) dihukumi murtad dari Islam

4. FBBL dan Taqiyah

Islam Jamaah memiliki sistem taqiyyah yang serupa dengan taqiyah Syiah dengan istilah “Fathanah, Bithanah, Budiluhur Luhuring Budi karena Allah.” Dengan menggunakan istilah-istilah yang Islami dan mulia, orang-orang yang tidak mengerti menjadi percaya dan yakin bahwa itu adalah ajaran Islam.

Fathanah Bithanah Budi Luhur (FBBL) adalah sebuah doktrin di dalam Islam Jamaah dimana untuk kepentingan dakwah LDII seseorang dihalalkan untuk berbohong.   Jika ada orang di luar LDII mempermasalahkan faham pengkafiran yg dilakukan LDII terhadap orang Islam di luar kelompoknya, maka seorang pengikut LDII bisa berbohong dengan menyangkalnya.   Begitupun ketika suatu waktu LDII mengatakan kepada ketua MUI bahwa LDII sudah berubah (melakukan perbaikan-perbaikan), itu hanyalah bagian dari strategi ‘bithanah’.

Di kalangan kelompok LDII faksi Abu Hamzah ada istilah ‘diplomasi’.   Sebagaimana konsep bithanah, dalam situasi mendesak seseorang bisa berbohong, untuk kepentingan dakwah atau kepentingan orang-orang lain di kelompoknya. Diplomasi hingga tingkat ini tidak diajarkan kepada orang-orang baru di kelompoknya, yaitu orang-orang yang belum terikat kuat. Faham-faham yg diajarkan kepada orang-orang baru ini dipilih yang tidak terdengar aneh, hanyalah yg normatif dan terkesan tidak menyimpang. Sambil dibimbing bertahap agar terikat lebih kuat, orang-orang baru disikapi diplomatif.

Misalnya jika terlanjur muncul ‘fitnah’ bahwa kelompok ini mengkafirkan orang-orang di luar kelompoknya (siapapun dia), maka para seniornya akan berdiplomasi kepada orang-orang baru tersebut dengan mengatakan, “Kita tidak meng-kafirkan orang, kok…”  Atau jika ada tudingan bahwa mereka tidak melakukan sholat Jum’at, maka untuk menenangkan orang-orang baru akan dikatakan, “Kita tidak melarang orang untuk shalat Jum’at, kok…”   Atau jika ada tudingan bahwa mereka mengajarkan pemutusan hubungan silaturahim jika orang-tua atau keluarga tidak segolongan dengan mereka, maka mereka akan mengatakan, “Kita tidak melarang orang mau bertemu ibu atau keluarganya, kok..”

5. Merampok Harta Anggota

Warga Islam Jamaah (LDII) diwajibkan memberikan Infaq Persenan Wajib. Wajib infaq ini besarnya sampai 10% dari penghasilan yang disetor kepada imam Pusat sebagai tanda sambung dengan imam. Ditambah infaq dan shadaqoah lain untuk Pusat, Daerah, Desa dan Kelompok. LDII mengklaim pada anggotanya bahwa yang tidak setor iuran wajib seperti itu atau berusaha mengakalinya akan masuk neraka.

Berbagai doktrin tersebut pada ujung perjalanannya adalah sarana untuk mengeruk harta umat islam dan sekaligus ongkang-ongkang alias nganggur sambil menikmati setoran upeti dari seluruh pengikutnya. Dan pungutan ini bila dimaksudkan sebagai pembayaran zakat, maka kita semua sudah mengetahui tentang berbagai ketentuan dan persyaratan syari’at zakat mal, dimulai dari nishob, haul, jenis harta, jumlah yang harus dibayarkan, serta orang-orang yang berhak menerimanya.

Dan iuran rutin yang diajarkan oleh LDII sudah barang tentu tidak memperdulikan semua ini, oleh karena itu mereka hanya mempertimbangkan jumlah kekayaan, tanpa memperdulikan berbagai ketentuan zakat yang telah saya sebutkan di atas dan telah dijabarkan dalam Al Qur’an, yaitu dalam surat At Taubah ayat 60, dan berbagai hadits Nabi shollallahu’alaihiwasallam serta telah dipaparkan dengan gamblang dalam karya-karya ulama islam di sepanjang masa. Dengan demikian, jelaslah bahwa iuran wajib LDII tersebut bukan zakat, karena dikenakan kepada setiap anggota.

Di kalangan Syiah dikenal infaq wajib yang disebut khumus yang besarnya adalah seperlima (20%) dari penghasilan yang diperoleh dari pekerjaannya. Berikut ini beberapa hadits dari Abu Jakfar yang dijadikan Syiah sebagai dalil atas kehalalan Khumus.

Berkata As-Shadiq alaihis salam : “Sesunguhnya Allah yang tidak ada tuhan selain Dia ketika mengharamkan bagi kami sedekah telah menghalakan bagi kami khumus, sedekah itu haram bagi kami dank khumus itu wajib untuk kami”. (Man la yahdhuruhul Faqih, 2:41)

Dari Abu Jakfar alaihis salam berkata : “Tidak halal bagi seseorang untuk membelanjakan sebagian dari khumus sehingga sampai kepada kami hak kami.” (Al-Hadhaiq An-Nadhirah karangan Al-Bahrani, 12: 428)

Dari Abu Bashir dari Abu Jakfar alaihis salam berkata : “Barangsiapa yang berbelanja dengan sebagian dari harta khumus tidak akan diampuni oleh Allah, dia telah berbelanja dengan sesuatu yang tidak halal”. (Al-Hadhaiq An-Nadhirah karangan Al-Bahrani, 12: 428)

Sabtu, 08 Maret 2014

Kriteria Laki-Laki yang Tidak Layak Menjadi Suami Muslimah

Buat Mbak bro / Ukhti / Muslimah yang ingin menikah,sebaiknya selekiflah dalam memilih kekasih halal,Berdasarkan note dari  Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina KonsultasiSyariah.com) Ada beberapa sifat (selain penampilan) yang harus dijauhi jika ada lelaki yang memiliki sifat ini. Dia tidak layak menjadi suami seorang muslimah. Sifat-sifat itu diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Aqidahnya rusak
Aqidah yang rusak, bisa menyebabkan seseorang keluar dari islam. Karena kerusakan aqidah, merupakan gerbang kekufuran.

Rabu, 05 Maret 2014

Cara Melakukan Sujud Sahwi dan Tilawah

Sujud Sahwi adalah sujud karena lupa, maksudnya : sujud dua kali karena terlupa salah satu rukun shalat, baik kelebihan maupun kekurangan dalam melaksanakannya.

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ بُحَيْنَةَ اْلاَسْدِيّ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَامَ فِى صَلاَةِ الظُّهْرِ وَ عَلَيْهِ جُلُوْسٌ فَلَمَّا اَتَمَّ صَلاَتَهُ سَجَدَ سَجْدَتَيْنِ يُكَبّرُ فِى كُلّ سَجْدَةٍ وَ هُوَ جَالِسٌ قَبْلَ اَنْ يُسَلّمَ وَ سَجَدَهُمَا النَّاسُ مَعَهُ مَكَانَ مَا نَسِيَ مِنَ اْلجُلُوْسِ

Rabu, 19 Februari 2014

Jangan Lupakan Shalat Saat Touring

Epras2 - Siapa yang tak kenal touring?atau mungkin bahkan ada diantara sahabat yang suka melakukan kegiatan ini,yah touring bisa dikatakan berarti pesiar atau jalan-jalan. Dalam beberapa tahun belakangan ini, kegiatan touring merebak dimana-mana. Selain mengasyikan karena dilakukan secara ramai-ramai, pesiar model ini juga murah meriah.

Selasa, 21 Januari 2014

Jangan hanya jadi Penikmat Dakwah !

Akhir-akhir ini, pertumbuhan organisasi Islam dan jumlah aktivis Islam semakin banyak, bahkan sangat banyak. Kalau kita masuk ke pelosok-pelosok desa, sudah semakin banyak jumlah aktivisnya. Apalagi di kota besar, di kampus-kampus sangat banyak aktivisnya.

Namun, kalau kita perhatikan lebih dalam, maka kita akan menemui dari sekian banyak aktivis yang ada hari ini hanya sebagian kecil yang benar-benar dengan serius mengemban amanah dakwah, hanya sedikit yang memiliki tekad yang besar dalam beramal. Bisa dihitung orang-orang yang sebenarnya paling pantas menyandang predikat sebagai aktivis Islam.

Minggu, 15 Desember 2013

Alasan Mengapa Simbologi Begitu Penting bagi Zionist dan satanic?

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3CzT90VfD6Mt8NqOD-K-Je-Re-cYAjep9h0d7ifI0zPeVocmh7x-wshkYWSQmHQ1R44puBZaHV_48gAh9cUAriZ6-K4DaCX9g5bgES12_Bxcva29K1f09FyNaIjq2C59UlrJKtoJPzQ/s640/baphomet-satanic-symbol.gif

Salah seorang remaja, akhir-akhir ini ia memiliki kebiasaan aneh. Kebiasaannya itu tampak sepele bagi orang lain, namun tidak bagi dirinya. Tanpa sadar ia kerap mendendangkan lagu cinta terlarang versi The Virgin. Padahal ia tahu betul bahwa lagu itu mengajarkan lesbianisme dan perselingkuhan.

Sabtu, 28 September 2013

Rasul Nikahi Khadijah dengan Mahar 20 Unta


Ialah adalah Khadijah r.a, seorang wanita janda,bangsawan, hartawan, cantik dan budiman. Ia disegani oleh masyarakat Quraisy khususnya, dan bangsa Arab pada umumnya. Sebagai seorang pengusaha, ia banyak memberikan bantuan dan modal kepada pedagang-pedagang atau melantik orang-orang untuk mewakili urusan-urusan perniagaannya ke luar negeri.

Sabtu, 17 Agustus 2013

Amalan Bagian dari Iman

Amalan seperti kita ketahui bersama merupakan bagian dari iman. Iman harus terdapat tiga unsur yaitu keyakinan, ucapan dan amalan. Tanpa adanya amalan, walau ada keyakinan dan ucapan, tidaklah disebut beriman. Inilah yang diyakini oleh Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

Ibnu Taimiyah menjelaskan mengenai masalah iman yang diyakini oleh Ahlus Sunnah wal Jama’ah dalam kitab beliau Al ‘Aqidah Al Wasithiyyah,

Jumat, 16 Agustus 2013

Akhir Zaman Tiba dimana banyak manusia yang menyia-nyiakan shalat


Az Zuhri berkata, Saya datang kepada Anas bin Malik di Damaskus, kebetulan ia sedang menangis. Lalu saya bertanya, Mengapa engkau menangis? Ia menjawab, Saya tidak tahu lagi amal yang kudapati di masa Nabi yang masih diindahkan (dipedulikan) orang sekarang, selain shalat itu pun sudah disia-siakan orang. Anas bin Malik sahabat Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam yang terakhir kali wafat di usia yang panjang (99 tahun) sehingga mengetahui kondisi zaman setelah sekian lama Rasulullah wafat ada orang-orang yang menyia-nyiakan shalat.

235 Jiwa Melayang, Penyerbu Demonstrasi Damai di Mesir Tuai Kecaman Dunia

Ribuan warga Jordania menyemut di depan Kedutaan Besar Mesir di Aman, Kamis (14/8/2013), guna mengutuk serangan pasukan bersenjata terhadap demonstrasi damai pendukung presiden Mesir terguling Mohamed Morsi.

Aksi penyerbuan berdarah pasukan gabungan polisi dan tentara Mesir terhadap para pengunjuk rasa pendukung Presiden Mohamed Morsi, Rabu (14/8/2013), memantik kecaman tegas dari komunitas internasional. Hingga Kamis (15/8/2013) dini hari WIB, Kantor Berita MENA menyebut jumlah korban tewas akibat peristiwa itu telah mencapai 235 jiwa.

Kamis, 15 Agustus 2013

Pilihlah Wanita yang Memiliki Agama

Rasulullah Shallallhu ‘alaihi wassalam bersabda:
Wanita itu dinikahi karena empat perkara yaitu karena hartanya, kedudukannya (keturunannya), kecantikannya dan agamanya. Maka pilihlah wanita yang memiliki agama, “. (Hadits Riwayat. Bukhari Muslim)

Rabu, 14 Agustus 2013

Hati-hati Dajjal Disekitar kita


dajjal

Hidup di era kelam penuh fitnah ini sungguh tidak mudah. Dajjalnya sendiri belum kelihatan, namun jeratan sistemnya tetap tak dapat dianggap enteng. Setiap saat mesti waspada, setiap aspek kehidupan harus kita periksa ulang satu kali, dua kali bahkan berkali-kali untuk memastikan keamanannya dari jeratan sistem Dajjal.

Sabtu, 03 Agustus 2013

Pentingnya Berterima Kasih

Sahabat tau ga barang siapa yang tidak tahu berterima kasih pada orang yang telah berbuat baik padanya, maka ia sulit pula bersyukur pada Allah. Dan Allah tidaklah menerima syukur seorang hamba, sampai ia tahu berterima kasih pada orang lain.

Jumat, 02 Agustus 2013

Berdakwah Islam pada Orang Lain

Keutamaan jika seseorang mengajak orang lain masuk Islam, maka ia akan mendapatkan keutamaan harta unta merah, di mana unta merah menjadi harta berharga orang Arab di masa lampau. Islam yang didakwahi adalah Islam yang benar yang mendakwahkan laa ilaha illallah, yaitu dakwah tauhid dan anti syirik.

Kamis, 01 Agustus 2013

Kisah Masuk Islamnya Seorang Dokter Amerika Karena Satu Ayat Al-Qur’an



Keberapa tahun yang lalu, seorang teman bercerita kepadaku tentang kisah masuknya seorang dokter Amerika ke dalam Islam. Dari apa yang kuingat dari kisah yang indah ini adalah :
Kisah ini terjadi pada salah satu rumah sakit di Amerika Serikat. Di rumah sakit tersebut, seorang dokter muslim bekerja dengan keilmuan yang sangat baik, sehingga memberi pengaruh besar untuk mengenal beberapa dokter Amerika. Dan dia, dengan kemampuan tersebut mengundang decak kagum mereka. Diantara para dokter Amerika ini, dia mempunyai satu teman akrab yaitu orang yang memiliki kisah ini. Mereka berdua selalu bertemu dan keduanya bekerja pada bagian persalinan.