Jumat, 26 Juli 2013

Demba Ba Sukses Syiarkan Islam di Inggris



Kehadiran pesepakbola muslim yang merumput di Liga Primer Inggris mampu mengubah kultur budaya sepak bola negeri Ratu Elizabeth. Hal itu lantaran jumlah pemain muslim setiap tahunnya semakin banyak.

Dikutip BBC, Senin (8/7), ketika Liga Primer Inggris dimulai pada 1992, hanya ada satu pemain muslim, yaitu gelandang Tottenham Hotspur Nayim. Yang mengejutkan, Nayim berkebangsaan Spanyol. Berselang dua dekade kemudian, setidaknya 40 pemain muslim menyebar membela berbagai klub berbeda.
Diantara berbagai nama itu adalah Edin Dzeko, Samir Nasri, dan Yaya Toure yang memperkuat Manchester City. Ada pula Papiss Cisse dan Hatem Ben Arfa (Newcastle United), Kolo Toure (Liverpool), Bacary Sagna (Arsenal), Younes Kaboul (Tottenham Hotspur), Marouane Fellaini (Everton), dan Mahamadou Diarra (Fulham).

Titik balik sorotan media terhadap pemain muslim terjadi pada 5 Februari 2012. Newcastle United menjamu Aston Villa di Saint James Park. Laga berjalan 30 menit, penyerang the Magpies Demba Ba, membobol jala tim tamu.

Tidak disangka-sangka, dia berlari ke arah pojok lapangan dan bergabung dengan kompatriotnya dari Senegal, Papiss
Cisse. Keduanya melakukan selebrasi sujud syukur dengan mencium rumput stadion.

Momen itu menjadi simbol yang memberikan dampak luar biasanya terhadap eksistensi pemain muslim di Liga Primer Inggris. Ba mampu mengubah wajah liga terbaik di dunia itu sekaligus mendadak menjadi selebriti global karena sukses mengenalkan Islam di sana.

Bakatnya yang ditemukan dari sebuah desa di Afrika barat dan besar di Paris, Prancis mampu menyebarkan agama Islam semakin dikenal di Eropa.

Meski sudah terkenal, Ba tidak lupa diri. Ia masih berpegang pada identitas budaya asli yang dijalankannya secara sungguh-sungguh sebagai penganut agama Islam. Berkat keteguhannya itu, ia sudah mewanti-wanti manajemen Chelsea yang memboyongnya pada Januari lalu untuk menghormati keyakinannya.

Akhirnya, Ba pindah ke Stamford Bridge setelah ada pembicaraan dengan manajemen the Blues yang mau mengakomodasi kebutuhan spiritual mereka. Mendapat jaminan dari klub, ia disediakan makanan halal, opsi kamar mandi terpisah, dan diberikan waktu maupun ruangan khusus untuk menjalankan ibadah shalat atau sekadar berdoa menjelang tanding.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar